Gerai

 

Ayam Lepaas

 Sejak kapan Anda mendirikan bisnis ini? Dimana? Bisa diceritakan detil kronologisnya, keterangan waktu berdiri, dan kapan gerai pertama dibangun hingga outlet yang baru-baru ini diresmikan.

Bisnis kuliner ini pada awalnya didirikan pada bulan Desember 2008. Bisnis ini mengambil lokasi pertama di Jalan Kartika Lampriet di depan SMA Negeri 3 Banda Aceh. Pada mulanya usaha ini diawali pada bulan Juni 2008 dengan membeli frenchise ayam penyet branch dari Medan yang bertempat di kota Lhokseumawe dengan modal awal Rp. 250.000.000,-. Setelah berjualan beberapa bulan produk yang kita tawarka ternyata tidak diterima oleh pasar  yang menyebabka Bisnis kuliner ini telah mengalami pasang surut perekonomian sehingga tidak berkembang dan akhirnya mengalami kebangkrutan, hasilnya adalah bisnis ini harus ditutup.

Penutupan outlet tersebut dilakukan pada bulan Oktober 2009. Hal ini dilakukan karena pihak manajemen frenchise lokal tersebut tidak memberikan solusi apapun dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi pada bisnis ini apakah dengan promosi atau inovasi produk . Akhirnya timbullah sebuah gagasan untuk memindahkan lokasi bisnis kuliner ini ke kota Banda Aceh. Ketika hal tersebut dikomunikasikan kepada pihak manajemen frenchise yang berasal dari medan tersebut mereka pun menjawab secara lisan dan mengizinkan perpindahan bisnis kuliner ini ke kota Banda Aceh tetapi mereka tidak mau terlibat lagi secara langsung dalam pengoperasian bisnis ini.

Proses awal pemindahaan bisnis ini ke kota banda aceh, diawali dengan pencarian lokasi serta mitra usaha untuk merelokasi outlet  bisnis frenchise ayam penyet tersebut. Setelah menemukan mitra usaha kemudian ditawarkan sebuah lokasi yang terletak di depan SMA Negeri 3 Banda Aceh berupa lahan kosong semak belukar yang luasnya sekitar 200 m2. Lokasi tersebut awalnya tidak begitu strategis karena suasana dan jalan di areal lokasi  pun lumayan sepi. Namun, karena pertimbangan lokasinya bertepatan di depan sekolah sehingga yang menjadi target pasar pada saat itu adalah para pelajar, guru, wali murid serta penduduk disekitarnya.

Untuk merelokasi usaha tersebut kami harus menyediakan modal sebesar Rp.350.000.000,- diperuntukkan untuk membayar sewa, perizinan, serta mendirikan bangunan kontruksi baja. Awal mulanya brand dari frenchise lokal tersebut masih kami gunakan dalam bisnis kuliner ini, bahkan pihak manajemen frenchise dari medan tersebut tidak meminta kompensasi apapun. Delapan bulan kemudian ketika bisnis ini sudah mengalami kenaikan pesat, terjadilah perselisihan mengenai royalti atas brand tersebut dengan pihak pemilik frenchise padahal pada awalnya tidak ada kesepakatan apapun mengenai hal tersebut. Setelah terjadi perdebatan tersebut akhirnya kami memutuskan resmi meninggalkan merek frenchise ayam penyet yang sebelumnya. Namun kami terus melakukan penjualan dengan meninggalkan konsep dan resep sebelumnya, Akhirnya setelah beberapa pekan kami terus melakukan inovasi dengan mencoba berbagai resep buatan sendiri, sebelumnya kami sempat bingung menemukan nama apa yang cocok untuk bisnis ini sebelum menemukan Ayam Lepaas, nama yang pernah di promosikan yaitu Ayam Presto, namun setelah itu timbullah ide untuk menggantikan namanya, solusi yang diambil adalah menurunkan brand tersebut dan sepakat menaikkan brand yang kami buat sendiri dengan nama AYAM LEPAAS. Brand ini pun diusung dengan mengganti konsep, perubahan rasa, dan logo. Sistem manajemen bisnis ini pun diubah dan dikembangkan dibawah manajemen yang bernama Rosso_DW yang artinya “rasa sendiri”. Manajemen ini memiliki 3 pilar yaitu pemilik, karyawan dan konsumen.

Bagi pemilik, Rosso Dw berarti komitmen kami untuk selalu mengembangkan masakan dengan rasa yang unik dan baru serta menggunakan resep dan racikan bumbu khas asli kreasi dapur sendiri. Sehingga menghasilkan suatu masakan yang nikmat dan lezat serta sudah terbukti disukai hampir semua kalangan masyarakat. Bagi karyawan hal ini berarti ketika mereka menjalani bisnis ini harus betul-betul menjalaninya seperti mereka menjalankan bisnis sendiri. Hal ini dilakukan untuk membangun konsep kekeluargaan dan pengembangan entrepreneurship. Bagi konsumen, jika ingin merasakan betapa nikmatnya ayam lepaas ini silahkan kunjungi outlet terdekat untuk merasakannya kenikmatannya.

Seiring berjalannya waktu, omzet Ayam Lepaas pun meningkat dan telah mendapatkan omzet 3 kali lipat dari sebelumnya. Pembukaan cabang pun didirikan di berbagai tempat. Setelah cabang yang ada di banda aceh yang berjumlah 7 outlet hingga saat ini, cabang Ayam Lepaas ini pun juga terdapat di Malang, Bintaro dan Medan.

Brand AYAM LEPAAS pun akhirnya diresmikan pada tanggal 10 November 2009 dengan mengambil momentum hari pahlawan, dan brand tersebut telah terdaftarkan di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Kantor Wilayah Provinsi Aceh dengan Nomor Agenda J01.2010.00013.

Apa pertimbangannya waktu itu (waktu pertama membangun usaha ini)?

            Pertimbangan dasar pada saat pertama dibangun adalah keterpaksaan, dalam rangka untuk menyelamatkan investasi dari kerugian yang terjadi sebelumnya.

Kenapa namanya Ayam Lepaas?

Nama “Ayam Lepaas” tersebut pun diberikan karena memiliki banyak arti. LEPAAS itu sendiri bermakna melepaskan diri dari merk sebelumnya. LEPAAS juga singkatan dari ayam yang disajikan dengan sambal ulek yang  pedas. Alasan lainnya yang sangat klise adalah karena di Banda Aceh juga ada brand kuliner yang sangat terkenal juga yang namanya “Ayam Tangkap”. Oleh karena itu brand Ayam Lepaas pun merupakan kebalikan/lawan dari brand tersebut.  Namun, jika dilihat dari filosofinya yaitu tulus dan ikhlas dalam segala hal.

 

 

Bagaimana Anda mengembangkan usaha ini?

Pengembangan usaha ini berawal dengan menggunakan modal patungan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya pihak manajemen yang baru pun telah mengalami kerugian yang beruntun sebesar 3 (tiga) milyar sampai kami pun tidak memiliki cash flow lagi. Oleh karena itu pihak manajemen pun memutuskan untuk mencari teman-teman atau mitra usaha yang potensial dan dapat mempercayai modalnya kepada kami dengan prisip bagi hasil. Alhamdulillah sampai sekarang bisnis kuliner Ayam Lepaas telah menjadi icon kota Banda Aceh.

Apakah keunikan Ayam Lepaas ini?

Keunikan Ayam lepaas adalah sebagai berikut:

  1. Menu yang kami sajikan tidak banyak dan terbatas.
  2. 2.      Sambal yang digunakan sangat pedas dan khas yang awalnya penggunaan sambal ini pun sempat ditentang oleh istri dari pencetus Ayam lepaas ini sendiri. Sang istri pun berkata “Wah bisa mati orang makan sambel ini Mas” pedasnya gak karuan!!!, namun keunikan tersebut tetap diperkenalkan kepada konsumen. Setelah satu bulan sambal pedas yang luar biasa pedasnya ini pun diperkenalkan kepada konsumen, tingkat kepedasannya pun diturunkan tapi hal ini malah mendapatkan protes dari pihak konsumen sendiri dan akhirnya tingkat kepedesan sambal pun dinaikkan kembali seperti racikan yang semula. Ada salah seorang tamu yang mengatakan “pedeesnya sampai ke otak dan uniknya bikin ketagihan gak ada bosannya deyh”

Disamping itu ada juga komentar para konsumen yang berkata “rasa ayamnya sendiri begitu enak, lembut, gurih dan bumbunya terasa sangat gurih serta menggugah selera” . Semenjak dibukanya cabang ayam Lepaas di beberapa tempat para konsumen pun meminta agar pihak manajemen dapat membuka cabang dan memperluas pangsa pasarnya di kota asal mereka. Intinya keunikan lain tidak bisa diwakilkan dengan kata-kata namun hanya dapat dibuktikan dengan cita rasanya, beberapa artis ibukota juga sudah mencicipi Ayam Lepaas ini seperti Novita Wibowo, Bob Sadino, Angelica (Angels Diary), dan beberapa tokoh terkenal lainnya juga sudah pernah mencicipinya.

Pada tahun ini juga akan dikembangkan lagi diantaranya Plumpang Jakarta Utara, di Sumenep Madura dan Surabaya, serta 2 cabang lagi akan dibuka di Aceh.

Apa saja menu yang Anda tawarkan? Berapa Harganya?

Menu yang kami tawarkan hanya;

Ayam Lepaas, Ayam Lemaas, Burung Lepaas, Burung Lemaas, Pecel Lele. Selain itu ada juga menu pelengkap seperti tumis kangkung, tumis toge, dan tumis kembang kol. Harganya pun sangat terjangkau untuk semua kalangan. Menu paket lengkap hanya Rp. 15.000,- (Ayam, nasi putih, lalapan, dan kremes). Menu minuman tersedia minuman botol, juice jeruk, teh dingin, dan teh panas.

Apakah menu favoritnya? Makanan dan Minuman?

Menu favoritnya 85% tetap Ayam Lepaas dan tumis kangkung. Minuman favoritnya yaitu juice jeruk yang harganya hanya Rp. 8000,-.

 

Dalam sehari berapa jumlah pengunjungnya?

Di Aceh sendiri rata-rata jumlah pengunjung per outlet sekitar 800-1000 orang.

Umumnya para pengunjung berasal dari masyarakat mana? Menengah atau bawah?

Umumnya mereka berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai negeri dan swasta serta keluarga. Rata-rata berimbang pengunjung yang datang baik dari berbagai kalangan jika dilihat dari jenis kendaraan yang digunakan kebanyakan mobil dan sepeda motor.

Apakah yang membuat mereka menyukai produk Anda?

Ayam Lepaas ini disukai karena:

  1. Sambalnya yang Extra pedas dan uniknya bikin ketagihan.
  2. Rasa ayamnya enak, lembut, gurih, dan bumbunya meresap serta menggugah selera.
  3. Menu makanannya disajikan hangat (Fresh).
  4. Pelayanannya cepat karena menggunakan konsep Classic Fast Food.

 

Keunggulan produk Anda terletak dimana?

            Keunggulan Ayam lepaas ini adalah sebagai berikut:

  1. Kami menggunakan ayam segar bukan ayam frozen.
  2. Menggunakan cabe pilihan dalam pembuatan sambal.
  3. Kami juga menggunakan bahan-bahan yang berkualitas baik.
  4. Outlet kami pun bersih, nyaman dan terbuka serta (border less).
  5. Kami menggunakan desain warna yang sangat cerah yaitu merah Ferrari dan biru sehingga membawa suasana bahagia dan ceria.
  6. Kami mengusung konsep classic fast food yang mana ini merupakan konsep pertama di dunia dan mewakili rasa Indonesia.

Apakah positioning Ayam Lepaas?

Ayam lepaas kedepannya ingin bersanding dengan brand yang sudah terkenal lainnya di dunia seperti KFC dan Mc Donald.

Berapa omzet bisnis Anda perhari?

Total Omset perhari rata-rata sekitar Rp.50.000.000,-hingga 60.000.000,-untuk outlet paling ramai penjualannya sekitar Rp.20.000.000,-perhari dan yang paling sepi mencapai Rp.8.000.000,-perhari.

Bagaimana pengembangan usahanya? Apakah difrenchisekan?

Rencananya kami tidak membuat frenchise namun kami membuka peluang bagi semua oihak yang ingin bekerja sama dengan konsep bagi hasil sesuai dengan prinsip islam yaitu halal, adil, dan bijak.

Jika tidak difrenchisekan, kerjasama model apa yang Anda tawarkan?

            Model yang kami tawarkan yaitu:

  1. Bagi investor yang ingin bekerja sama mereka dapat menawarkan lokasi strategis (lahan kosong lebih diminati) dan jika sudah ada bangunan juga tidak masalah. Pada prinsipnya lokasi tersebut mudah dijangkau dan memiliki lahan parker yang cukup.
  2. Bagi investor yang memiliki modal, pihak manajemen akan memberikan bagi hasil sebesar 10% dari total omzet setiap bulannya. Modal yang dibutuhkan untuk investasi adalah antara Rp. 100.000.000,- sampai Rp.500.000.000,- tergantung lokasi dan jumlah meja. Berdasarkan data bagi hasil rata-rata untuk pemilik modal dengan Return On Investment (ROI) yang didapatkan antara 4%-12%perbulan.

 

Apakah target ke depan?

Untuk 2011 Ayam Lepaas ini akan dikembangkan branchnya di seluruh kota besar di Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan juga akan dikembangkan di luar negeri. Sampai saat ini ada beberapa yang telah menghubungi seperti Kuala Lumpur, Singapura, Qatar, Arab Saudi dan Australia. Hal tersebut terjadi karena mereka telah merasakan sendiri kelezatan ayam lepaas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s