Mendobrak Jakarta

http://aceh.tribunnews.com/2012/06/11/mendobrak-jakarta

Senin, 11 Juni 2012 17:51 WIB

20120606_SUPARNP.jpg
Suparno, pemilik gerai Ayam Lepaas
Ayam Lepaas masuk sebagai 10 besar “Franchise and Business Opportunity Best Choice” menyalip perusahaan-perusahaan dari luar negeri seperti Pizza Hut, Mc Donald, dan Dunkin Donut

ADA nggak ya orang Aceh, tinggal di Aceh tapi sukses di Jakarta? Ayam Lepaas telah membuktikan bahwa brand asli Aceh bisa sukses di pasaran, tidak hanya di Aceh namun juga di tingkat nasional. Unggul di daerah asal, bagus. Punya banyak cabang di Aceh, itu hebat.

Tetapi akan menjadi luar biasa ketika suatu usaha asal Aceh mampu penetrasi pasar ke seluruh Indoensia khususnya Jakarta. Jakarta adalah barometer keunggulan suatu di usaha di Indonesia karena di Jakarta bersaing secara ketat beragam produk dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari berbagai negara. Saat ini Gerai Ayam Lepaas di wilayah Jabodetabek bukan hanya dalam hitungan jari namun telah ada 33 Gerai!

Prestasi luar biasa bisnis kuliner asal tanah Rencong ini, telah mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak, diantaranya adalah sebagai “Franchise & Business Opportunity Fastest Growing 2011”.  Bahkan Ayam Lepaas masuk sebagai 10 besar “Franchise and Business Opportunity Best Choice” menyalip perusahaan-perusahaan dari luar negeri seperti Pizza Hut, Mc Donald, dan Dunkin Donut.

Ayam Lepas kini telah memberi kesempatan pekerjaan kepada lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia. Padahal saya, Suparno, hanya lulusan Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala, Universitas Kebanggaan Rakyat Aceh, namun telah membawahi banyak karyawan dari berbagai perguruan tinggi terkenal di dalam negeri bahkan Magister dari luar negeri. (baca: Suparno Lepas Landas Bersama ‘Ayam Lepaas’)

Semoga ini menjadi tanda era kebangkitan perekonomian Aceh melalui kebangkitan para saudagar Aceh. Karena bagaimanapun dulu Aceh dikenal sebagai gudangnya para saudagar kaya. Betapa tidak, saat Republik Indonesia masih ringkih karena baru lepas dari belenggu penjajahan, Aceh telah mampu menghimpun emas untuk membeli pesawat terbang pertama Republik Indonesia hanya dalam tempo kurang dari 2 jam. Semoga kelak Aceh dikenal sebagai gudangnya pengusaha sukses bukan lagi dikenal karena tsunami ataupun karena adanya konflik yang berkepanjangan.

Sebagai kepedulian untuk menularkan virus-virus entrepreneurship (kewirausahaan) kepada masyarakat Aceh khususnya para kawula muda, pada tahun 2011 kami mendirikan Gerakan Wirausahawan Aceh (Gwach). Gwach diharapkan akan menjadi inkubator para usahawan muda dan pemula atau bahkan yang belum punya usaha menjadi pengusaha-pengusaha yang berhasil. Beberapa kegiatan telah dilakukan oleh Gwach diantaranya adalah telah mengadakan beberapa kali training di berbagai kota di Provinsi Aceh, Jabodetabek bahkan di luar negeri.

Gwach berharap Jika banyak masyarakat Aceh telah terasuki oleh virus entrepreneurship, maka pengangguran tidak ada lagi karena semuanya sudah menjadi pengusaha. Tulisan ini dan berbagai tulisan ke depan merupakan salah satu program Gwach untuk berbagi inspirasi dan motivasi agar wirausaha menjadi obsesi kebanyakan orang di Aceh.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s