Pariwisata Aceh Andalkan Kesenian dan Kuliner

SERAMBI/BUDI FATRIAPara seniman dari Negara Indonesia menggunakan pakaian adat Aceh mengikuti pawai “Aceh International Folklore Festival” di Banda Aceh, Sabtu (23/7/2011).

 

Pemerintah Aceh menargetkan 20 persen penambahan kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi itu pada 2012 dibandingkan tahun sebelumnya. “Sekitar 20 ribu wisman berkunjung ke sejumlah wilayah di Aceh pada 2010 dan untuk 2012, kita targetkan meningkat antara 15-20 persen,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh, Jasman J Ma’ruf, di Banda Aceh, Kamis (8/12/2011).

Pemahaman bahwa tidak semuanya pariwisata itu identik dengan maksiat perlu disosialisasikan kepada masyarakat.
— Jasman J Maruf

Target penambahan kunjungan wisman dan wisatawan nusantara itu diharapkan tercapai, menyusul membaiknya berbagai infrastruktur penunjang sektor kepariwisataan di provinsi ujung paling barat Indonesia ini. “Kalau sarana dan prasarana pendukung sektor pariwisata di daerah ini sudah membaik, kita harapkan situasi Aceh ke depan juga semakin kondusif sehingga tidak ada keraguan orang datang ke provinsi ini,” katanya.

Apalagi, lanjut Jasman, pemerintah telah menetapkan program “Visit Aceh Year 2013” yang diharapkan dapat membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa itu.

Untuk menyambut “Visit Aceh Year 2013” Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh saat ini sedang menyusun berbagai persiapan dan program, salah satunya yakni menggelar sejumlah kompetisi seperti terkait dengan kuliner yang dinilai dapat menarik orang berkunjung ke Aceh.

Menurut Jasman, dengan berbagai tradisi dan kesenian serta kuliner yang dimiliki daerah ini dan jika dikemas dengan baik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ia juga menjelaskan usaha pengembangan sektor kepariwisataan di Aceh tidak akan bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan adat istiadat serta Syariat Islam yang berlaku khusus di provinsi ini. “Pariwisata tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islami. Pemahaman bahwa tidak semuanya pariwisata itu identik dengan maksiat juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Jasman J Ma’ruf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s